Kamis, 10 November 2011

Adab-Adab Nikah dan Sunnah-Sunnahnya


Adab-adab Nikah
Dan Sunnah-Sunnahnya


 

بسم الله الر حمن الر حيم
1.    Khutbah, yaitu mengucapkan; sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami meminta pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, dank mi berlindung kepada-Nya dari kejelekan-kejelekan diri kami dan kejahatan amal-amal kami, barang siapa yang telah Allah berika hidayah kepadanya maka tidak akan ada orang yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan maka tidak akan ada yang dapat memberikan hidayah kepadanya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad hamba dan utusan-Nya. Kemudian membaca: hai orangorang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
Dan membaca: Hai mnusia bertakwalah kamu kepada Tuhanmu sampai…..yang maha dekat. Dan hai orang-orang yanag beriman bertakwalah kamu kepada Allah serta ucapkanlah olehmu ucapan yang benar sampai……yang maha besar. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Rosulullah SAW sabdanya: Apabila salah seorang diantara kamu akan berkhutbah atau suatu hajat dari sebuah pernikahan atau yang lainnya maka ucapkanlah segala puji bagi Allah sampai……akhirnya.


2.    Walimah
Sabda Rosulullah SAW kepada Abdurrahman bin Auf tatkala dia nikah; Berwalimahlah (berpestalah) walupun dengan seekor kambing.
Walmah adalah makanan yang terdapat dalam pesta perkawinan dan wajib menghadiri undangan pesta tersebut sebagaimana sabda Rosulullah SAW: Barang siapa yang diundang dalam perkawinan atau yang semisalnya maka penuhilah undangan itu. Dan sebuah keringanan apabila dalam pesta itu terdapat senda gurau atau batil  jika tidak harus menghadirinya.
Dan apabila ada dua orng yang mengundang, maka penuhilah undangan yang pertama, serta undanglah para fuqara sebagaimana mngundang para agniya. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW: makanan yang jelek adalah makanan pesta perkawinan yanag datang pada pesta tersebut tidak memakannya dan mengundang orang yang menolak undangan itu.
Dan barang siapa tidak memenuhi undangan maka Allah dan Rosulnya berpaling dari padanya. Barang siapa yang di undang sedang dia dalam keadaan saum, lalu ia memenuhi undangan tersebut kemudian dia hendak membatalkan saum dengan memakan makanan walimah maka makanlah, bila saum itu saum sunnat. Dan jika ia tidak mau maka tolaklah dan jika ia berkahendak maka penuhilah undangannya saja, kemudian pulang(tidak makan jamuan) sebagaimana sabda Rosulullah SAW: jika salah seorang diantara kamu diundang maka penuhilah undangan itu dan jika ia dalam keadaan saum maka penuhilah undangan itu walupun ia harus bebuka.
3.    Raykanlah pernikahan itu dengan hiburan(rebana), nyanyian dan tarian. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW: Perbedaan antara halal dan haram adalah rebana dan suara bunyi-bunyian.
4.    Doa bagi suami dan istri.
Sebagaimana perkataan Abu Hurairah RA bahwasanya Nabi SAW apabila menikah salah seorang manusia lalu Ia bersabda: Semoga Allah memberkati bagimu dan memberkati atasmu dan semoga Allah menyatukan kedunya dalam kebaikan.
5.    Bahwasanya Nabi bertemu Aisyah pada bulan Syawal sebagaimana perkataan Aisyah RA: Rosulullah menikahiku pada bulan Syawal dan mencampuriku pada bulan Syawal, maka siapakah istri Rosulullah SAW yang memilki kehormatan selain dariku? Karena itulah Aisyah menganjurkan supaya bertemu dengan Rosul pada bulan syawal.
6.    Apbila Rosul hendak berdukhul dengan istrinya lalu dia memulai dengan mengusap embun-embun kepala istrinya sambil berkata: Ya Allah sesungguhnya aku meminta pada-Mu yang baik dari padanya dan yang baik dari ciptaan yang ada dari padanya, dan aku berlindung kepadamu dari yang jelek dari padanya dan yang jelek yang diciptakan yang ada pada dirinya. Ketika itu diriwayatkan Hadits itu dari Rosulullah SAW.
7.    Doa ketika hendak bercampur:
Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah dari diriku syetan, dan jauhkanlah syetan dari apa-apa yang telah engkau rizkikan kepada kami.
Sebagaimana diriwayatkan dari Rosulullah SAW bahwasanya Beliau bersabda: barang siapa ynag berdo’a…… sampai akhir, maka jika ditakdirkan keduanya diberi anak maka anaknya tidak akan diganggu oleh syetan selamanya.
8.    Suami istri dilarang menyebarkan berita tentang percampuran sebagaimana sabda Rosulullah SAW: Sesunguhnya sejahat-jahat manusia disisi Allah pada hari Kiamat berada pada suatu tempat yakni seorang laki-laki yang menyebarkan kejelekan wanita di saat hubungan, begitupun wanita yang menyebarkan kejelekan laki-laki.




   KESIMPULAN
Dari tejemahan diatas dapat di simpulkan beberapa penjelasan mengenai adab nikah (etika dalam resepsi pernikahan) dan hal-hal yang dalam pelaksanaannya, yang mana itu termasuk Sunnah Nabi; yaitu :
1.    Adanya khutbah nikah. Dalam khutbah nikah atau selainnya Nabi menganjurkan untuk membaca muqaddimah sebagai berikut:
ان الحمد لله نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرورانفسنا وسيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل
 فلا هادى له واشهد ان لااله الا الله واشهد ان محمدا عبده ورسوله
kemudian membaca:
ياايها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
dan
ياايها الناس اتقوا ربكم الى............رقيبا
dan
ياايها الذين امنوا اتقوا الله وقولو قولا سديدا الى.............عظيما.
2.    Adanya walimah. Dalam teknis pernikahan, Nabi menganjurkan supaya diadakan walimah walaupun walimah tersebut hanya menyembelih seekor kambing. Kemudian bagi orang yang di undang kepada walimah tersebut maka orang itu wajib hadir tetapi kalau dalam walimah tersebut ada sesuatu yang kurang manfaat maka kita berhak untuk tidak datang kepada undangan tersebut.
Apabila ada dua orang yang mengundang maka dahulukan orang yang pertama mengundang.
Jika orang yang diundang dalam keadaan saum maka tetap harus menghadiri undangan tersebut dan boleh baginya membatalkan saumnya jika saum tersebut saum Sunnat, dan boleh tidak membatalkan saum tersebut jika yang di undang menghendaki untuk menghadiri undangan saja.
3.    Dibolehkan merayakan pernikahan dengan musik dan nyanyian.
4.    harus mengucapkan do’a ketika kita berhadapan dengan kedua mempelai(pengantin) yaitu membaca:
بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما فى الخير
5.    Nabi menganjurkan agar pelaksanaan atau waktu pernikahan di laksanakan di bulan Syawal.
6.    Rosul menganjurkan apabila berkehendak untuk mendukhul istrinya maka awalilah dengan mengelus kepala istinya dan berdo’a:
اللهم انى اسألك من خيرها وخير ماجبلتها عليه وأعوذبك من شرها وشرما جبلتهاعليه
7.    Rosul menganjurkan untuk berdo’a apabila menghendaki untuk berjima yaitu:
بسم الله اللهم جانبنى الشيطان وجنب الشيطان مارزقتنا
Dengan bertujuan apabila di karunai anak maka akan terhindar dari sifat-sifat syetan selamanya.
8.    Bahwa etika yang telah berkeluarga di larang saling menyebarkan kejelekan-kejelekan saat berhubungan baik kejelekan si suami oleh istrinya ataupun kejelekan si istri oleh suaminya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar